Tradisi Mbawahi: Hajatan Sunat Yang Ditunda

0
161

Lagan / rewang (membantu tenaga di tempat orang hajatan) sebenernya sudah hal yang biasa saya lakukan, terlebih saya tinggal di desa yang notabennya masyarakat masih menjunjung tinggi gotong royong dan saling membantu tanpa pamrih.

Gotong royong seperti ini memang masih menjadi tradisi masyarakat jika tetangga mempunyai hajat dan tentunya sebaliknya, jika kita memiliki hajat tetanga pun tidak sungkan dan tanpa pamrih akan membantu. Membantunya mulai dari masak dan ater-ater (undang warga tapi dengan nasi kumplit + sayur lauk).

Gotong royong seperti itu masih kental di desa saya atau pun desa sekitar. Namun, yang sedikit berbeda itu saat saya diminta lagan di tempat sepupuku. Tepatnya di dusun Ketitan desa Sokoagung kecamatan Bagelen, Purworejo.

Acara hajatannya itu disebut mbawahi sunatan. Jadi itu acara syukuran sunatan. Sepintas itu tradisi yang wajar di tengah-tengah masyarakat, terutama di Indonesia ini. Namun hal ini berbeda di desa ini, yang mana sunatannya sudah berlangsung puluhan tahun, dan syukurannya baru berlangsung sekarang. Hal itu tentunya menimbulkan tanda tanya. Sunatnya sudah sekitar 10 tahunan lebih dan baru sekarang dibuat syukuran atau resepsi?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here